Program Sanitasi Berbasis Masyarakat.

Dimulai oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2005, sanitasi berbasis masyarakat atau sanimas diselenggarakan untuk dapat menyediakan prasarana dalam pengolahan air limbah bagi masyarakat yang berada di daerah kumuh padat perkotaan. Program sanimas ini dibuat pula untuk mendukung pendekatan program sanitasi terdesentralisasi berbasis masyarakat atau decentralized wastewater treatment systems (DEWATS).

Dalam pembangunan fasilitas sanimas, pemerintah menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat dan ingin menjadikan masyarakat sebagai pemeran utama dalam proses perencanaan, pembangunan, operasional, serta pemeliharaan fasilitas sanitasi berbasis masyarakat.

Dalam konsep tersebut terdapat prinsip-prinsip yang berkaitan erat dengan pembangunan minum, penyehatan lingkungan yang berbasis masyararakat dengan contoh seperti memberikan masyarakat informasi. Informasi tersebut yang nantinya akan menjadi dasar dari pemahaman masyarakat mengenai sikap tanggap kebutuhan, anggapan bahwa air merupakan benda sosial dan ekonomi.

Informasi tersebut juga dapat membuat masyarakat mengerti mengenai pembangunan berwawasan lingkungan, bagaimana mereka harus memiliki peran aktif dalam program sanimas ini, serta membuat masyarakat mampu memahami mengenai bagaimana cara penerapan prinsip pemulihan biaya.

Dalam sanitasi berbasis masyarakat ini pemerintah juga menempatkan masyarakat sebagai pelaku, pengambil keputusan, serta pemegang tanggung jawab baik dari segi identifikasi pembangunan fasilitas, perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan sampai pengawasan, seluruhnya berada penuh di tangan masyarakat.

Pendekatan yang digunakan pada program sanimas ini berupa:

  1. Keberpihakan Pada Warga Berpenghasilan Rendah.

Pemerintah melakukan pendekatan kepada warga yang memiliki penghasilan menengah ke bawah. Hal tersebut dilakukan dan ditujukan langsung kepada seluruh masyarakat yang berada atau bertempat tinggal di daerah padat perkotaan sesuai dengan dasar kebutuhan.

  1. Otonomi dan Desentralisasi.

Pendekatan ini dilakukan dengan memberikan kepercayaan serta kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat dalam melakukan proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pemanfaatan, serta pengelolaan dalam pembangunan fasilitas sanitasi berbasis masyarakat.

  1. Mendorong Prakarsa Lokal dengan Iklim Keterbukaan.

Pendekatan ini dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan kepercayaan, kesempatan, hak serta kewajiban kepada masyarakat dalam menyampaikan permasalahan dan merumuskan kebutuhan apa yang secara demokratis dan secara transparan.

  1. Partisipatif

Pada pendekatan ini pemerintah sepenuhnya memberika kesempatan kepada masyarakat dalam berpartisipasi secara aktif serta konsisten dalam melakukan proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pemanfaatan, dan pengelolaan hasil fasilitas sanitasi berbasis masyarakat.

  1. Keswadayaan
READ  Jaga Kesehatan Mental Ditengah Wabah Virus Corona

Pada pendekatan keswadayaan ini, masyarakat dianggap memiliki kemampuan dalam menjadi pendorong utama keberhasilan kegiatan sanimas yang diselenggarakan, baik secara proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sampai pemanfaatan hasil kegiatan.

Prinsip dalam penyelenggaraan sanitasi berbasis masyarakat ini adalah:

  1. Dapaat diterima.

Prinsip penyelenggaraan kegiatan ini mengacu pada keputusan pemerintah dengan memberikan kepercayaan kepada masyarakat secara penuh. Kepercayaan tersebut berkaitan dengan pilihan kegiatan yang  akan dilaksanakan yang telah dimusyawarahkan dan telah disetujui bersama dengan masyarakat sehingga kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.

  1. Transparant

Dalam hal ini pengelolaan kegiatan dilakukan secara terbuka dan tentu telah diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat beserta aparatur yang bertugas. Sehingga dalam kegiatan akan yang dilangsungkan nantinya, dapat dilakukan pengawasan beserta dievaluasi oleh semua pihak.

  1. Berkelanjutan

Pada prinsip ini pengolahan kegiatan yang dianggap dapat memberikan manfaat dengan baik dapat dilakukan kembali dan dijalankan secara berkelanjutan. Untuk selanjutnya kegiatan ini juga dapat dilakukan pemeliharaan dan pengelolaan baik dari segi sarana maupun prasarana.

Adaapun kegiatan yang berhubungan dengan program sanitasi berbasis masyarakat ini salah satunya adalah pembangunan instalasi pengolahan air limbah, hal ini telah dilakukan oleh banyak daerah. Sebab masyarakat sudah mulai memahami bagaimana manfaat IPAL sebagai salah satu kegiatan sanimas dan tahu di mana harus mencari kontraktor IPAL yang berkualitas.