4 Cara Kerja Investasi pada Asuransi Syariah

cara kerja investasi asuransi syariah

Bagi Anda yang masih bingung apa perbedaan antara asuransi konvensional dengan asuransi syariah. Karena beberapa orang masih ragu untuk beralih dari konvensional ke syariah. Hampir semua perusahaan swasta di Indonesia memiliki produk asuransi syariah dalam salah satu produknya. Hal ini bertujuan untuk menarik minat muslim di Indonesia untuk memiliki asuransi.

Karena kita semua tahu bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia bahkan mengalahkan negara-negara yang berada di timur tengah. Oleh karena itu, asuransi syariah sangat berpotensi untuk dilirik penduduk muslim.

Mekanisme Investasi Asuransi Syariah

Tapi masih banyak yang tidak mengetahui bahwa produk asuransi syariah memiliki investasi juga dalam manfaatnya. Akan tetapi apakah hal tersebut sudah benar-benar sesuai syariat islam? Artikel ini akan membantu Anda dalam menjelaskan hal tersebut. Yuk lanjut ke informasi dibawah ini.

  1. Investasi dengan Halal yang Jelas

Investasi dalam asuransi syariah dikelola sesuai dan berdasarkan dengan prinsip syariah atau islam. Yaitu dengan membeli instrument investasi yang halal. Dengan memilih instrumen investasi yang halal, tentu hal ini sudah masuk ke dalam prinsip syariah.

Selain itu, investasi dengan basis syariah ini juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah dari masing-masing perusahaan asuransi. Dimana DPS atau Dewan Pengawas Syariah akan memastikan investasi Anda tidak berbelok ke jalan haram.

  1. Akad

Dalam asuransi syariah, harus ada akad dalam setiap transaksi yang dilakukan antara pemegang polis dan perusahaan asuransi. Akad disini maksudnya tidak boleh mengandung unsur perjudian, penipuan, suap, penganiayaan, maksiat dan unsur haram.

  1. Cara Pengelolaan Dana

Berbeda dengan asuransi konvensional. Posisi dari perusahaan asuransi disini hanya sebagai pihak ketiga yang mempertemukan antara nasabah. Dana para nasabah dikumpulkan yang dibayarkan setiap bulannya (premi) sebagai dana Tabarru. Ketika ada seseorang yang membutuhkan, dana tersebut akan diberikan kepada yang membutuhkan, jadi prinsipnya adalah tolong menolong.

  1. Underwriting

Dalam asuransi syariah, terkenal akan istilah surplus underwriting. Yaitu adalah selisih dari total kontribusi pemegang polis ke dalam dana Tabarru, setelah ditambah recovery klaim dari asuransi dikurangi pembayaran santunan/klaim, kontribusi reasuransi, dan penyisihan teknis, dalam satu periode tertentu.

 

Kesimpulan

Jadi itu adalah keempat cara kerja investasi pada asuransi syariah. Semoga hal ini membantu Anda dalam menentukan asuransi mana yang akan dipilih. Apakah asuransi konvensional atau asuransi syariah.

Sekian dan terima kasih